Pilur Serentak Gunungkidul Usai, Beda Pilihan Tak Harus Berujung Perpecahan
Pemilihan Lurah Serentak 2026 telah berlangsung di 31 kalurahan. Setelah suara dihitung, masyarakat kembali pada kehidupan bersama dengan pilihan yang berbeda-beda.
GUNUNGKIDUL — Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak Kabupaten Gunungkidul 2026 telah berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026. Pemungutan suara digelar serentak di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon.
Sebelum pemungutan suara, sebanyak 91 calon lurah tercatat mengikuti kontestasi di 31 kalurahan. Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 120.887 pemilih dengan 230 tempat pemungutan suara (TPS).
Kini, tahapan pemungutan dan penghitungan suara telah dilalui. Di masing-masing kalurahan, perolehan suara menjadi bagian dari proses untuk menentukan calon yang memperoleh suara terbanyak.
Namun, setelah surat suara dibuka dan angka-angka mulai diketahui, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk dijaga: kehidupan warga setelah pemilihan.
Beda pilihan, tetap satu lingkungan
Pilihan politik di tingkat kalurahan bisa berbeda. Ada warga yang memberikan dukungan kepada calon A, ada yang memilih calon B, dan ada pula yang menjatuhkan pilihan kepada calon lainnya.
Perbedaan tersebut merupakan bagian dari proses pemilihan.
Yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama adalah bagaimana perbedaan pilihan itu tidak dibawa menjadi jarak dalam kehidupan sehari-hari.
Warga yang kemarin berdiri di sisi pilihan berbeda tetap akan bertemu di jalan yang sama, bertegur sapa di lingkungan yang sama, bekerja bersama, mengikuti kegiatan masyarakat, serta menghadapi berbagai persoalan kalurahan secara bersama-sama.
Karena itu, selesainya pemungutan suara bukan berarti hubungan antartetangga juga ikut selesai.
Justru setelah hasil penghitungan diketahui, masyarakat memasuki bagian lain dari proses demokrasi: menerima hasil dengan lapang dan kembali membangun kehidupan bersama.
Legawa menerima hasil
Dalam sebuah pemilihan, tidak semua orang bisa mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.
Ada calon yang memperoleh suara terbanyak. Ada pula calon yang harus menerima bahwa dukungan yang diperolehnya belum cukup untuk menjadi pemenang.
Bagi para calon maupun pendukungnya, menerima hasil dengan legawa menjadi bagian penting setelah seluruh suara dihitung.
Bukan karena perbedaan pilihan harus dilupakan, tetapi karena setelah pemilihan selesai, kepentingan warga kembali menjadi kepentingan bersama.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kerukunan meski memiliki pilihan calon yang berbeda. Dalam pemberitaan menjelang pemungutan suara, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut perbedaan pilihan sebagai hal biasa dan menekankan pentingnya menjaga kerukunan.
Pesan serupa juga disampaikan Satpol PP Gunungkidul. Dalam pemantauan tahapan Pilur, masyarakat diimbau menghormati perbedaan pilihan dan tidak membiarkan perbedaan tersebut berkembang menjadi perpecahan.
Setelah suara dihitung, pekerjaan belum selesai
Menjadi calon lurah bukan hanya tentang memenangkan pemungutan suara. Begitu seluruh tahapan pemilihan selesai, pekerjaan yang jauh lebih panjang menanti di tingkat kalurahan.
Warga membutuhkan pemerintahan kalurahan yang mampu menjalankan pelayanan, memperhatikan pembangunan, mendengar persoalan masyarakat, serta menjaga hubungan baik di tengah perbedaan.
Karena itu, siapa pun yang nantinya menjalankan amanah setelah seluruh tahapan resmi selesai, harapan masyarakat tentu sederhana: semoga kepemimpinan yang terpilih dapat membawa kemajuan bagi kalurahannya.
Kemajuan itu bukan hanya tentang pembangunan fisik.
Ada pelayanan masyarakat yang perlu terus diperbaiki, kebutuhan warga yang perlu didengar, potensi kalurahan yang perlu dikembangkan, serta hubungan antarwarga yang perlu dirawat.
Di situlah hasil pemilihan akhirnya menemukan maknanya.
Angka suara yang diperoleh calon akan menjadi bagian dari catatan sejarah Pilur 2026. Namun kehidupan masyarakat akan terus berjalan jauh setelah angka-angka tersebut selesai dihitung.
Menang dan kalah adalah bagian dari pemilihan
Setiap kontestasi memiliki hasil.
Yang memperoleh suara terbanyak memiliki amanah yang harus dijalankan. Sementara mereka yang belum memperoleh hasil sesuai harapan tetap memiliki tempat sebagai bagian dari masyarakat dan perjalanan kalurahannya.
Tidak ada alasan untuk membawa persaingan selama masa pemilihan menjadi permusuhan setelah pemungutan suara berakhir.
Pilihan boleh berbeda.
Harapan boleh berbeda.
Tetapi tetangga tetap tetangga.
Teman tetap teman.
Dan kalurahan tetap menjadi rumah bersama.
Pilur Serentak 2026 telah menjadi bagian dari perjalanan demokrasi di 31 kalurahan Gunungkidul. Setelah suara dihitung, masyarakat kembali pada kehidupan sehari-hari.
Semoga mereka yang memperoleh amanah dapat menjalankannya dengan baik dan membawa kemajuan bagi kalurahannya.
Dan semoga mereka yang belum terpilih tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, dengan gagasan dan pengabdian yang tetap bisa diberikan melalui jalan yang lain.
Pada akhirnya, sebuah pemilihan memang menentukan siapa yang memperoleh suara terbanyak.
Tetapi masa depan sebuah kalurahan tetap dibangun bersama oleh seluruh warganya.
wartakawak.com