Seorang Warga Bendo, Saptosari, Berpulang setelah Mengakhiri Hidupnya
Menurut informasi yang diterima redaksi, almarhum hidup dengan penyakit menahun dan tidak ingin merepotkan keluarga.
Seorang warga Bendo, Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul, berpulang setelah mengakhiri hidupnya sendiri.
Menurut informasi yang diterima redaksi, almarhum memiliki riwayat penyakit menahun dan tidak ingin merepotkan keluarga. Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang maupun dari pihak keluarga. Upaya memperoleh keterangan dari pihak terkait masih dilakukan.
Rincian lain, termasuk kronologi peristiwa, belum kami peroleh dan tidak kami tebak. Redaksi memilih berhenti pada hal-hal yang memang sampai kepada kami, sebab di balik setiap kabar duka ada keluarga yang sedang berusaha menerima kenyataan.
Frasa "tidak ingin merepotkan keluarga" sampai kepada kami hanya sebagai penggalan. Kami tidak mengetahui seluruh ceritanya, dan tidak berhak merangkumnya menjadi satu sebab. Perjalanan hidup seseorang, apalagi di saat-saat terakhirnya, terlalu panjang untuk dijelaskan lewat satu kalimat.
Yang bisa dipahami hanyalah bahwa penyakit menahun tidak berhenti pada tubuh orang yang menjalaninya. Ada hari-hari panjang yang dilewati bersama, ada tenaga, waktu, dan perhatian dari orang-orang terdekat, dan ada perasaan yang kerap tidak terucapkan dari kedua belah pihak. Orang yang sakit bisa merasa menjadi beban, sementara keluarga yang mendampingi bisa sama lelahnya tanpa sempat mengatakannya.
Di Bendo, satu orang kini tiada. Bagi keluarga, kehilangan ini tentu tidak bisa diukur dengan kata-kata. Bagi tetangga dan kerabat, ada seseorang yang selama ini dikenal, disapa, dan ikut menjadi bagian dari keseharian kampung. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan.
Bagi pembaca yang sedang merasa terlalu berat menanggung sesuatu, atau mengenal seseorang yang tampak demikian, layanan konsultasi kesehatus jiwa Kementerian Kesehatan dapat dihubungi melalui 119 ekstensi 8. Puskesmas terdekat juga membuka pintu bagi siapa pun yang ingin berbicara. Kadang, didengarkan tanpa dihakimi sudah menjadi langkah pertama yang berarti, baik bagi yang sakit maupun bagi yang menemaninya.
Semoga peristiwa ini menjadi yang terakhir, dan Gunungkidul ke depan tetap dipenuhi hari-hari yang tenang dan bahagia bagi seluruh warganya.
wartakawak.com